Share hosting adalah layanan hosting dimana terdapat beberapa buah account hosting, yang diletakkan didalam satu server yang sama, dan memaikai service bersama-sama. Keunggulan ketika kita menggunakan Share hosting adalah biayanya yang murah karena tidak perlu menggunakan server yang banyak. Tetapi dari keuntungan tersebut, terdapat kerugiannya pula yaitu performa dan banwitdh yang didapatkan kecil, karena harus membaginya dengan beberapa account hosting dalam satu server tersebut.
Langkah-Langkah Konfigurasi:
1. Setting network pada debian machinenya. Adapter 1 menggunakan Bridge Adapter lalu hubungkan ke interface wifi laptop agar virtual machine dapat mendapatkan internet.
2. Adapter 2 menggunakan Host Only Adapter #8 samakan dengan interface windows clientnya nanti, agar server dan cllient dapat terhubung.
3. Setting IP Address untuk enp0s3 satu network dengan IP wifi yang kita pakai, lalu enp0s8 buat seperti gambar dibawah gunanya ada 3 adalah setiap IP untuk masing-masing domain yang akan kita gunakan.
4. Lalu setting nano namedns masukkan IP Address dan domain sesuaikan seperti berikut.
5. Lalu lakukan install packet yang dibutuhkan yaitu bind9 dnsutils dan apache2 lalu ketik y (yes) jika muncul pertanyaan Do you want to continue?
apt install bind9 dnsutils apache2
6. Setelah menginstall packet tersebut, lalu konfigurasi file dns
nano /etc/bind/named.conf.local
7. Selanjutnya kita pindah ke direktori bind, lalu copy file db.local menjadi file dengan nama berikut
cp db.local vilda
cp db.local vildatkj
cp dp.local kelompok9
dan copy juga file dengan nama db.127 menjadi
cp db.127 ip
8. Konfigurasi file hasil dari copy db.local
nano vilda
9. Konfigurasi file vildatkj
nano vildatkj
10. Konfigurasi file kelompok9
nano kelompok9
11. Konfigurasi file dengan nama ip untuk masing-masing domain.
nano ip
12. Konfigurasi nano named.conf.options ubah forwarders menjadi 8.8.8.8, dan dnssec-validation no:
13. Konfigurasi nano /etc/resolv.conf dan tambahkan domain domain domain yang sudah kita buat.
14. Kemudian lakukan ping untuk memastikan domain sudah terhubung dengan internet dan pastikan IP yang di ping sesuai dengan yang dikonfigurasi.
ping vilda.com
15. Lakukan pengujian dengan nslookup juga dan pastikan ip yang digunakan oleh domain tersebut sudah benar sesuai dengan yang dikonfigurasi.
nslookup vilda.com
16. Selanjutnya jika melakukan pengujian dengan perintah dig maka hasilnya seperti berikut.
17. Konfigurasi file apache dengan mengubah yang saya tandai menjadi home.
nano /etc/apache2/apache2..conf
18. Lalu masuk ke directory sites-available dan copy file 000-default.conf dan beri nama file copy-annya vilda.conf vildatkj.conf dan kelompok9.conf
cp 000-default.conf vilda.conf
cp 000-default.conf vildatkj.conf
cp 000-default.conf kelompok9.conf
19. Lalu lakukan konfigurasi file vilda.conf pada bagian server name dan document root.
nano/etc/vilda.conf
20. Lakukan konfigurasi file vildatkj.conf pada bagian server name dan document root.
nano/etc/vildatkj.conf
21. Lalu lakukan pula konfigurasi file kelompok9.conf pada bagian server name dan document root.
nano/etc/kelompok9.conf
22. Lalu kita perlu mengnonaktifkan file default
a2dissite 000-default.conf
23. Kemudian aktifkan file yang kita copy tadi yaitu vilda.conf vildatkj.conf kelompok9.conf
a2ensite vilda.conf vildatkj.conf kelompok9.conf
24. Tambahkan user baru untuk masing-masing domain
adduser vildaa
25. adduser vildatkj
26. adduser kelompok9
27. Kemudian copy file index ke file domain, sebelum itu masuk ke cd /var/www/html/
cp index.html /home/vilda
cp index.html /home/vildatkj
cp index.html /home/kelompok9
28. Lalu konfigurasi untuk masing masing index seperti berikut. Gunanya untuk tampilan ketika kita mengakses domain dan muncul apache.
nano /home/vilda/index.html
29. Lalu ubah juga isinya pada bagian berikut.
30. Ubah konfigurasi file index vildatkj
nano /home/vildatkj/index.html
31. Ubah juga isinya.
32. Kemudian yang terakhir ubah juga file index kelompok9
nano /home/kelompok9/index.html
33. Jangan lupa ubah juga isinya.
34. Kemudian lakukan restart apache2 untuk menjalankan konfigurasi sebelum seblumnya, pastikan hasilnya sudah ok berwarna hijau seperti berikut.
Konfigurasi NAT
35. Selanjutnya kita masuk ke konfigurasi NAT dengan menghilangkan tanda # pada bagian net.ipv4
nano /etc/sysctl.conf
36. Jika sudah, lakukan pengecekan data pada sysctl
sysctl -p
37. Lalu lakukan penginstallan iptables agar kita bisa melakukan setting NAT melalui iptables
apt-get install iptables-persistent
38. Pada bagian ini pilih yes untuk menyimpan konfigurasi default ipv4.
39. Pada bagian ini pilih yes untuk menyimpan konfigurasi default ipv6.
40. Selanjutnya konfigurasi rule baru sesuai dengan interface yang terhubung ke internet.
iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE
41. Kemudian save iptables yang sudah kita buat barusan.
iptables-save >/etc/iptables/rules.v4
42. Kemudian cek iptables dengan perintah iptables -t nat -L lalu mastikan terdapat rules MASQUERADE yang saya tandai.
43. Lalu kita lakukan setting ip address pada windows clientnya dengan ketentuan:
IP Address: IP yang satu network dengan IP Server enp0s3 (yang menuju ke internet)
Subnetmask: Sesuaikan dengan / yang digunakan
Default Gateway: IP Server enp0s3 (interface yang menuju ke internet)
DNS: IP Server enp0s3 (interface yang menuju ke internet)
44. Lalu lakukan ping domain dari cmd pada client windows.
45. Kemudian untuk pengujiannya lakukan search domain pada windows client.
www.vilda.com
46. Lakukan pula pada domain kedua.
www.vildatkj.com
47. Lakukan pula searching pada domain ketiga.
www.kelompok9.com











































Tidak ada komentar:
Posting Komentar